Aku (tengah) diantara 2 juri lomba puisi lainnya |
Beberapa Waktu lalu, kampus tempat Aku bekerja mengdakan Lomba PIOS( Pekan Ilmiah Olahraga dan Seni). Lomba ini rutin diadakan 2 tahun sekali, pesertanya adalah siswa-siswi SLTA/MA/Sederajat Sekabupaten Indragiri Hulu.
Jika beberapa tahun lalu Lomba-lomba yang diadakan lebih mengedepankan pembuatan karya ilmiah dan bidang olahraga, maka tahun ini lebih kepada Seni nya. Ada tiga lomba yang diadakan yaitu lomba membuat mading tiga dimensi, lomba nasyid acapella, dan lomba baca puisi.
Yang cukup membuat kaget, yaitu aku didaulat oleh panitia untuk lomba baca puisi. ha? aku sama sekali belum berpengalaman agak membuat ku deg-deg plus juga, lain halnya jika lomba menulis puisi , mungkin aku bisa menilai gaya bahasanya, majas-majas yang digunakan atau melihat bahasa pengandaiannya dll. Tapi ini menilai tentang penghayatan, pelafalan , penampilan, ini menurutku cukup sulit apa lagi mereka tampil bagus-bagus. cukup membuat bingung he2. Syukurnya panitia (anggota senat mahasiswa) telah menyiapkan draft penilaiannya jadi sangat membantu lah.
Siswa-siswi tingkat smu, Antusias mengikuti perlombaan |
Puisi-puisi yang sungguh membuatku gemetar *mulai lebai deh* bagus-bagus , apalagi ketika melihat para peserta banyak yang menangis ketika menghayatinya, hmmmm udah deh..ikutan meleleh... *cuma dalam hati sih..* gawat kalo juri ikutan nangis...ha2
Salah satu peserta lomba baca puisi |
Saat penentuan pemenang jadi deg-degan lagi , takut salah menilai dan menuai protes dari para peserta lomba puisi . Tapi Alhamdulilah semua berjalan lancar, dan keputusan juri dapat diterima. Wah... lega deh...
Sayangnya aku gak bisa ambil foto lebih banyak, karena hp jadul ku lowbat, dan yang dapat ku foto hanya beberapa saja. Tapi panitia berbaik hati he2... aku diberi beberapa dokumentasi , thanks buat panitia. Selamat juga buat para pemenang.
Memberikan piala kepada salah satu pemenang |
Posting Komentar